
Sarolangun, 9 Juli 2026 – Komitmen memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus ditunjukkan oleh seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sarolangun. Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan Apel Gabungan dan Gelar Pasukan Siaga Bencana Karhutla Tingkat Kabupaten Sarolangun yang digelar di Lapangan Gunung Kembang, Kompleks Perkantoran Bupati Sarolangun.
Dalam kegiatan tersebut, Kasdim 0420/Sarko Mayor Inf Abdul Aziz Efendi hadir mewakili Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto, S.Sos., M.Han. Kehadiran Kasdim menjadi wujud komitmen TNI AD dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla melalui sinergi bersama pemerintah daerah, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta seluruh stakeholder terkait.

Apel dipimpin langsung oleh Bupati Sarolangun H. Hurmin, S.E. selaku Pembina Apel, sementara Kapten Inf Kosni Jamer Danramil 420-02/M Limun bertindak sebagai Komandan Apel, dan Bertindak Sebagai Perwira Apel Kapten Inf Husnan Efendi Danramil 420-03/Pauh. Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar dengan diikuti unsur TNI, Polri, BPBD, Damkar, Satpol PP, Dishub, PMI, Tagana, Pramuka, Manggala Agni, para camat, kepala OPD, insan pers, serta tamu undangan lainnya.
Dalam amanatnya, Bupati Sarolangun menegaskan bahwa apel siaga ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kesiapan seluruh elemen dalam menghadapi potensi bencana Karhutla yang diperkirakan meningkat selama musim kemarau.
Berdasarkan data rekapitulasi periode 1 Januari hingga 29 Juni 2026, tercatat sebanyak 156 titik hotspot tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Sarolangun. Kondisi tersebut menjadi peringatan agar seluruh pihak tidak lengah dan terus meningkatkan kewaspadaan melalui pemantauan serta penanganan secara cepat, tepat, dan terpadu.
Bupati juga menekankan pentingnya optimalisasi patroli lapangan, pemanfaatan teknologi pemantauan hotspot, penyusunan rencana kontinjensi, kesiapan personel, logistik, serta sarana dan prasarana pendukung. Selain itu, seluruh perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas diminta aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar serta konsekuensi hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan pasukan oleh Pembina Apel bersama Forkopimda, dilanjutkan penyematan tanda pasukan, penyampaian amanat, simulasi pemadaman Karhutla, foto bersama, hingga kegiatan donor darah dalam rangka Karya Bakti Skala Besar TNI.
Kehadiran Kasdim 0420/Sarko Mayor Inf Abdul Aziz Efendi dalam kegiatan tersebut menegaskan kesiapan Kodim 0420/Sarko untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder dalam upaya pencegahan serta penanganan Karhutla, sehingga dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan stabilitas sosial dapat diminimalkan.
Kegiatan Apel Gabungan dan Gelar Pasukan Siaga Bencana Karhutla Tahun 2026 mulai pukul 07.30 Wib s.d pukul 09.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Diharapkan melalui sinergi yang semakin solid, seluruh unsur terkait mampu mengantisipasi serta menanggulangi potensi Karhutla secara cepat, efektif, dan terpadu di wilayah Kabupaten Sarolangun.
Laporan ( yo2 )
