Nanang Fahrurozi, Jambi
Merangin-Ramadhan yang diperkirakan jatuh pada tanggal 12 Maret 2024 mendatang diduga mempengaruhi kenaikan harga-harga sembako. Terutama harga cabe yang saat ini mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.
Pantauan media ini di pasar tradisional kota Bangko kenaikan harga ini terjadi pada harga Cabe rawit hijau yang sebelumnya hanya dijual Rp 25 ribu hingga 30 ribu saat ini mencapai Rp 80 ribu hingga 100 ribu perkilogramnya.
Selain itu Cabe merah keriting sebelumnya dijual Rp 35 ribu hingga 40 ribu saat ini dijual Rp 80 ribu hingga 100 ribu. Sementara itu Cabe geprek yang sebelumnya dijual Rp 50 ribu hingga 60 ribu saat ini dijual Rp 100 ribu lebih dan Cabe hijau yang sebelumnya dijual hanya Rp 15 ribu hingga 25 ribu saat ini dijual Rp 50 ribu hingga 70 ribu perkilogramnya.
Bukan saja Cabe, kenaikan juga terjadi pada komoditas Sayur mayur dimana
Terong yang sebelumnya hanya Rp 6 ribu hingga 8 ribu perkilo saat ini dijual Rp 10 ribu hingga 15 ribu, dan kacang panjang sebelumnya dijual Rp 5 ribu saat ini dijual hingga 13 ribu perkilogramnya.
Yanti salah satu ibu rumah tangga kepada media ini mengeluh naiknya harga-harga sembako dipasaran.
“Harga-harga ini naik baru dua hari ini. Naiknya cukup drastis, sehingga kami harus memutar otak mengatur keuangan. Sekarang hampir semua harga sembako naik semua”kata Yanti saat ditemui Minggu (18/2/2024). Sementara itu Mak Romadon salah satu pedagang di pasar Bangko juga mengeluhkan dengan kondisi sembako yang hampir semua naik.
“Ya kami sebagai pedang juga mengalami sepi pembeli, karena hampir semua harga sembako dan sayuran ini pada naik. Kenaikan ini memang terjadi dimulai dari tingkat petani karena selain banyak gagal panen juga banyak petani yang baru nanam. Kami berharap pemerintah segera turun tangan menyetabilkan harga-harga sembako ini”jelasnya.
